PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mencatatkan pertumbuhan luar biasa pada layanan Kereta Api Bandara Adi Soemarmo (BIAS) sepanjang tahun 2025. Jumlah pengguna layanan ini meningkat tajam sebesar 252 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Informasi tersebut disampaikan Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, yang menyebutkan bahwa tren kenaikan penumpang KA BIAS telah berlangsung konsisten selama empat tahun terakhir.
“Pada tahun 2022, KA BIAS melayani total 54.158 penumpang naik dan turun. Kemudian pada 2023 jumlahnya melonjak menjadi 118.902 penumpang atau naik 119,6 persen,” ujar Feni dalam keterangan tertulis, Jumat (7/11/2025).
Pertumbuhan terus berlanjut pada 2024 dengan total 174.002 penumpang, naik 46,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Tren positif itu berlanjut lebih signifikan di tahun 2025, ketika jumlah penumpang mencapai 613.403 orang, atau meningkat 252 persen.
Feni menjelaskan, ada dua faktor utama yang mendorong lonjakan tersebut. Pertama, penambahan dua stasiun pemberhentian baru, yaitu Stasiun Palur di wilayah Daop 6 Yogyakarta dan Stasiun Caruban di wilayah Daop 7 Madiun. Kedua, meningkatnya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api, terutama pada masa peak season dan libur panjang di sepanjang tahun 2025.
Ia menambahkan, lonjakan tertinggi terjadi di Stasiun Solo Balapan, yang kini berfungsi sebagai titik integrasi utama berbagai moda transportasi.
“Stasiun Solo Balapan tidak hanya melayani KA Bandara, tetapi juga KA jarak jauh dan KRL Commuterline. Selain itu, koneksi langsung ke Terminal Tirtonadi membuat mobilitas penumpang semakin mudah menuju berbagai destinasi,” terang Feni.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa layanan KA BIAS kini dimanfaatkan secara optimal sebagai transportasi penghubung antarkota dalam kawasan aglomerasi Boyolali, Surakarta, Karanganyar, dan Sragen.
Feni berharap kehadiran KA BIAS semakin memperkuat konektivitas transportasi sekaligus mengurangi kemacetan menuju Bandara Adi Soemarmo. Ia juga menilai peningkatan penumpang menjadi cerminan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap transportasi hijau.
“Masyarakat kini semakin sadar akan pentingnya menggunakan transportasi umum yang ramah lingkungan. Kereta api mendukung konsep green transportation karena membantu mengurangi emisi kendaraan pribadi,” ujarnya.
Menurut Feni, keberadaan KA BIAS tidak hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga diharapkan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Solo hingga Madiun.
“KA BIAS terhubung dengan sejumlah stasiun strategis di kota-kota berpotensi wisata tinggi. Ini memungkinkan wisatawan menjelajahi berbagai destinasi dengan lebih mudah. Kehadiran KA BIAS menjadi wujud komitmen KAI dalam memperkuat konektivitas dan mendorong ekonomi regional,” pungkasnya.